08 Mei 2012
Mengaktifkan fitur simpan otomatis (Auto Save) pada Geany
23 April 2012
Merubah halaman default administrasi Briker
1. login melalui ssh.
2. setelah berhasil, masuk menjadi user root kemudian isikan password anda
sudo su3. ubah file /var/www/menu.php
vi /var/www/menu.phptekan huruf i untuk masuk mode ubah, kemudian cari baris
<a target="_top" href="?mit=%3C?=$mit?%3Emiu=%3C?=$miu?%3Emim%3C?=$mim?%3E">Home</a> | ubah menjadi
<a target="_top" href="briker.php?mit=%3C?=$mit?%3Emiu=%3C?=$miu?%3Emim%3C?=$mim?%3E">Home</a> | setelah selesai tekan tombol esc kemudian ketikkan :wq
4. ubah file /var/www/Briker/inc/common/login.php
vi /var/www/Briker/inc/common/login.phptekan huruf i untuk masuk mode ubah, kemudian cari baris
header("Location: ".$http_path[base]."/../?mit=$mit&miu=$miu&mim=$mim");ubah menjadi
header("Location: ".$http_path[base]."/../briker.php?mit=$mit&miu=$miu&mim=$mim");setelah selesai tekan tombol esc kemudian ketikkan :wq
halaman login briker akan menhadi http://ip_briker_anda/briker.php
28 Februari 2010
Full Circle Magazine Issue 34 Sudah Terbit
News
- Laptop for computer novice
- Linux kernel 2.6.33 released
- Ubuntu 10.04 LTS Alpa3 released
Command & Conquer
- Byobu
- tmux
How-To
- Program in Phython - Part 8
- Digitally Retouch Photos in GIMP
- - The Perfect Server - Part 4
My Story
- Linux User
- Powerpets.com
My Opinion
- 9.10 Issues
Review
- ASUS UL30-A Laptop
Motu Interview
- Roderick Greening
Letters
Ubuntu Women
- Melissa Draper Interview
Ubuntu Games
- Uplink
Q&A
My Desktop
Top 5 - Reference Tools
- Indywiki
- wikipedia2text
- wikipediafs
- StarDict
- dict
24 Februari 2010
GIMP : Efek Layar Buram Televisi

Buka aplikasi GIMP Image Editor.
Buka file gambar yang akan diubah melalui menu File > Open atau tekan kombinasi Ctrl+O pada keyboard, setelah ditemukan gambar yang akan diubah klik kiri dua kali atau tekan tombol Open di kanan bawah.
Setelah gambar telah ditampilkan di area kerja, aktifkan Path Tools atau menekan tombol B pada keyboard.
Buat area yang menutupi layar dari gambar televisi (cukup bentuk dasarnya saja), setelah selesai agar path yang kita buat bisa tertutup, tahan tombol Ctrl saat memilih node path yang terakhir. Kemudian sesuaikan bentuknya dengan cara menggeser path agar seperti bentuk layar televisi.
Ubah path yang telah kita buat menjadi selection dengan menekan Selection From Path pada toolbar sebelah kiri.
Kemuadian buat layer baru dan beri nama black, biarkan saja ukuran width dan height-nya, kemudian isi properti Layer Fill Type dengan transparency.
Aktifkan Bucket Fill Tools dan pastikan warna palet adalah hitam kemudian klik pada area yang telah terseleksi tadi.
Kemuadian buat layer baru dan beri nama white, biarkan saja ukuran width dan height-nya, kemudian isi properti Layer Fill type dengan transparency.
Aktifkan Bucket Fill Tools dan pastikan warna palet adalah putih kemudian klik pada area yang telah terseleksi tadi. Untuk menghilangkan seleksi pada gambar aktifkan Rectangle Select Tools kemudian tekan pada area kerja.
Aktifkan layer white kemudian pilih menu Filter > Noise > Spread, atur properti Spread Amount menjadi Horizontal : 500px, Vertical : 500px, lalu tekan tombol OK.
Tetap pada layer white, pilih menu Filter > Blur > Gaussian Blur kemudian atur properti Blur Radius menjadi Horizontal : 0.8px, Vertical : 0.8px, lalu tekan tombol OK.
Ubah Opacity pada layer white menjadi 80.
Aktifkan layer black lalu ubah Mode-nya menjadi Grain Merge.
Selesai.
07 September 2009
Seminggu Bersama Slax : Perkenalan
Slax merupakan distro turunan dari Slackware, distro ini terkenal akan kemudahannya dalam menambahkan paket2 kedalam sistemnya ketika dijalankan. Dengan ukuran yang relatif kecil *versi 6.12 sekitar 200MB* Slax mampu di boot secara live CD ataupun melalui Flash Disk serta dibekali oleh beberapa aplikasi standart yang biasanya kita gunakan, dalam versi saat ini Slax menggunakan desktop berbasis KDE 3.5.
Saking mudahnya saya bisa menambah/menghapus paket + tampilan yang ada di Slax melalui Windows atau live CD-nya *tanpa meng-install Slax di harddisk lokal*. Hal yang saat ini bisa saya lakukan *setelah seminggu ber-Slaxploration* adalah menggubah tampilan wallpaper standart, merubah splash screen saat masuk ke dalam sistem, merubah KDM *dengan menonaktifkan auto login tentunya*, manambahkan/menghapus paket, merubah splash screen dari beberapa aplikasi*k3b, gimp*, merubah tampilan pada grub*dalam mode live CD*, merubah logo Slax saat shutdown. Paling tidak itu sudah merubah tampilan serta paket yang ada di dalam Slax sesuai dengan selera kita. Semoga saya bisa ber-Slaxploration lebih lanjut *karena belum menemukan formula untuk mengganti themes bawaan dari KDE 3.5*
post selanjutnya "Seminggu Bersama Slax : Saatnya memulai Slaxploration"
07 Juli 2009
Cara instal Pidgin 2.5.8 secara offline
Bagi anda pengguna Ubuntu yang ingin meng-update Pidgin anda secara offline dapat menggunakan cara di bawah ini :
1. buka halaman http://www.getdeb.net/app/Pidgin.
2. kemudian pilih versi Ubuntu yang anda gunakan( saya memilih Ubuntu Hardy 32 bits)
3. download pidgin , libpurple0, libpurple-bin , pidgin-data.
4 setelah semuanya selesai di download, buat folder baru pada direktori home anda (misal /home/zerosix/pidgin), kemudian copy-kan semua file yang telah anda download ke folder tersebut.
4. seletah itu buka terminal anda melaui menu Application - > Accessoris - > Terminal
5. kemudian ketikkan perindah berikut
$ sudo apt-get remove pidgin
6. setelah selesai, kemudian ketikkan perintah
$ sudo dpkg -i /home/zerosix/pidgin/*.deb
Setelah proses selesai maka Pidgin anda akan ter-upadate secara otomatis.
01 Juli 2009
Menonaktifkan Work Offline di Firefox
Akhirnya bisa bereksplorasi dengan PHP, niatan pake Apache uda ilang, masalahnya temen nyaranin pake XAMPP. Dari pada harus download paket, terpaksa aku minta file tar.gz-nya. Tapi ada satu hal yang bikin sebel, tiap buka Firefox selalu aja tampil Offline Mode (memang komputer di rumah tidak terhubung ke internet), dan aku harus menghilangkan centang di menu File -> Work Offline kalo ingin localhost-nya jalan, setelah aku tutup Firefox-nya kemudian aku buka lagi, kejadian yang sama terulang kembali, Firefox menampilkan halaman Offline Mode. Aku coba lihat di menu Edit -> Preferences, tidak ada menu untuk mengatur hal ini, sudah mencoba merubah properti Browser.Offline menjadi false lewat fasilitas about:config, tetap tidak berubah, Halaman Offline Mode tetap muncul ketika Firefox pertama kali dijalankan.Ternyata ada cara mudah untuk mengatasinya, pertama buka menu System -> Administration -> Network, kemudian aktifkan dengan menekan tombol Unlock, maka secara langsung kita disuruh untuk mengisikan password user kita, setelah berhasil pilih Wired Connection yang sebelumnya belum di centang, lalu tekan tombol Properties. Maka akan mucul dialog box eth0 Properties, hilangkan tanda centang pada Enable roaming mode, kemudian rubah properti Configuration pada Connection settings menjadi Automatic configiration (DHCP) atau Static IP addres jika kita mau memasukkan IP manual (kalau saya pilih yang simpel aja). setelah itu tekan OK, maka kini Wired Connection telah di centang.



Setelah selesai kita lihat icon Network di panel kanan atas, jika masih ada tanda silang merah, maka klik kanan dan centang Enable Networking. Sekarang coba jalankan Firefox, maka Pesan Offline Mode tidak akan muncul kembali. Selamat Mencoba!
30 Juni 2009
Menonaktifkan autorun di ubuntu
Dari pada ambil resiko, saya memilih untuk tidak menjalankannya dengan menekan tombol cancel, apalagi ubuntu saya terinstal wine, ya barang kali ada virus yang tidak diinginkan masuk ke direktori wine berada. Beberapa saat saya memikirkan cara untuk menghilangkan (menonaktifkan maksudnya) fungsi tersebut. Sementara saya beranggapan kalau file konfigurasinya ada di nautilus selaku file managernya, langsung saja saya membuka file manager kemudian menuju Edit -> Preferences -> Media, di sana saya menemukan tipe media yang akan dijalankan otomatis sekaligus dengan software apa media itu di jalankan. Di tengah ada Tulisan 'Software' dan dijalankan oleh 'Open Autorun Prompt', sedangkan di bawah ada 'Never prompt or start programs on media insertion'.
Saya hanya memilih merubah properti 'Open Autorun Prompt' menjadi 'Do Nothing', sedangkan jika mengaktifkan/mencentang 'Never prompt or start programs on media insertion' maka semua media tidak akan dijalankan secara otomatis. Setelah itu saya mencoba memasukkan kembali DVD tersebut dan tanda peringatan itu tidak muncul kembali.
29 Juni 2009
Full Circle Magazine Issue26
Di edisi ke-26 kali ini Full Circle ngebahas beberapa berita berkaitan tentang ubuntu, salah satunya mengenai rencana canonical mendukung pengembangan moblin 2.0, beberapa trik penggunaan terminal lewat rubrik command & conquer ,lanjutan tutorial inkscape dari yoga sukma (jadi pingin ketemu). pembahasan lebih lanjut tentang penggunaan virtualbox, memanfaatkan apt cache agar bisa digunakan lagi oleh orang lain, ada juga tips ubuntu, surat pembaca, serta cerita pengguna ubuntu wanita di rubrik ubuntu women. pokoknya seru abis, mungkin yang sangat disayangkan tidak ada versi bahasa indonesianya saja. kalau tertarik download file PDF nya di sini
17 Juni 2009
Ayo Go International!
Selang beberapa jam tiba2 aja aku kepikiran buat baca magazine-nya fullcircle, uda download dari dulu sich, dari issue0 sampe yang terbaru issue25, tapi baru sempet baca sekarang, itung2 biar gak gaptek masalah ubuntu dan keluarganya. Iseng2 baca artikel yang tutorial inkscape-part 2, masalahnya aku tertarik ma desain, gak terlalu detail bacanya, cuma sekedar liat gambar screenshoot-nya, langsung baca nama pembuatnya. Kayak kesamber sepeda, aku kaget banget karna tau yang nulis tu anak Indonesia masih umur 19 tahun lagi (brondong banget :D), namanya Yoga Sukma, langsung kepikiran kapan ya aku bisa mengharumkan nama Indonesia, karena dengan gitu kita bisa menghilangkan persepsi negatif tentang Indonesia yang selama ini di anggap sebagai surga pembajakan. Mungkin itu bisa dijadikan sebagai contoh, motivasi, teladan untuk kita. Kalo Gita nyanyi "tak perlu keliling dunia" kayaknya bener juga, yang penting berkarya untuk dunia. Di manapun kita berada, kita bisa memberikan sumbangsih bagi Indonesia, mulai sekarang ayo Go International!!!
Sekalian nitip file yang baru bisa ku upload, time to download...
15 Juni 2009
Sephia I Miss U
Pake linux? kenapa enggak. Bisa juga kok hidup tanpa kekangan software windows, buktinya modul yang aku buat tadi pake OpenOffice 2.4.1, dan uda hampir sebulan hidup bareng ubuntu (hardy), dengerin musik pake Audacious, lihat video pake Totem, ngetik pake OpenOffice, ngegambar pake Gimp ma Inkscape, urusan tugas kuliah yang make software windows itu urusan nanti, lagian masih semester 2. Cuman masih ada beberapa hal yang belum kesampaian, kemarin da install apache, PHP5, ma MySQL tapi belum jalan plus sephia masih make 256MB memory, kayaknya masih kurang buat ngikuti rutinitasku yang fokus ma design dan web. Tapi masih bersukur aku masih ada kompi yang buat eksperimen :D. Sebenernya pengen banget nulis artikel lagi tapi nunggu agak longgar waktunya. Sephia I Miss U....
11 Juni 2009
TOT linux 2009 (bagian 2)
Tidak seperti hari pertama, para peserta datang lebih awal dan telah duduk di meja masing-masing, ada juga beberapa peserta yang baru mengikuti training. Agar tidak terjadi perbedaan pemahaman materi yang jauh. Pak Hasan selaku trainer sedikit me-review materi pada hari pertama, yaitu memahami fungsi Style and Formating, Navigator, Membuat TOC (Table Of Content) di OpenOffice Word Processor (Writer). Kemudian dilanjutkan dengan cara membuat Mail Merge. Tidak hanya berhenti di situ peserta diperkenalkan dengan OpenOffice Calc yang memiliki fungsi serupa dengan Microsof Office Excel.
Acara TOT linux 2009 diakhiri dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada tiga orang peserta, kemudian secara resmi di tutup oleh pimpinan IGOS Center STIKOM. Minggu depan TOT linux akan dilaksanakan di Semarang.
09 Juni 2009
TOT Linux 2009 (bagian 1)
Pada hari pertama acara dimulai dengan pembukaan oleh rektor STIKOM, kemudian dilanjutkan oleh perwakilan dari IGOS Centre STIKOM, serta Bapak Hasan bahcri selaku perwakilan dari IGOS pusat merangkap sebagai pengisi materi TOT linux 2009. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan tentang peranan penting dari software legal dan open source, serta keseriusan pemerintah dalam memanfaatkan serta mengaplikasikan penggunaan program legal dan open source dalam pemerintahan. Setelah acara pembukaan selesai peserta diajak untuk memasuki ruang training yang berada di lantai 4 gedung merah kampus STIKOM Surabya, disana terinstall linux ubuntu 9.04 (jaunty jakalope) di komputer ber-prosesor Inter Core 2 Duo serta RAM 2GB. Sebelum mengawali Acara TOT linux 2009, peserta diajak untuk mengenal libih dekat salah satu distro linux yang dikembangkan olel Ristek, yaitu nusantara 3 yang berbasis pada fedora. yang meliputi fitur-fitur yang ada serta cara penggunaanya. Kemudian dilanjutkan dengan pemanfaatan dan penggunaan aplikasi Openoffice 3.0, dimulai dari Openoffice Word Procesor (writer). Terlihat para peserta sangat antusias, terlebih karena fasilitas dan trainer yang sangat bagus.

Para Peserta yang hadir mendapatkan:
08 Juni 2009
Diary Ubuntu : Sial, harus install ulang lagi
Seperti biasa ngutek2 aplikasi, baca2 e-book, kemudian terbersit niat buat nge-remove paket webserver (apache, php, mysql), terminal dibuka, langsung ku ketikkan perintah "sudo tasksel remove webserver", setelah itu tampilan dengan background warna biru muncul, trus ada loading barnya, sambil nunggu selesai aku ngelamun2 bentar (mikirin seseorang disana, cie... ), cek lagi masih 20%, mulanya gak curiga (ada tulisan nautilus), trus lama2 kok file2 nautilus aja yang diremove, dengan sigap langsung ku batalin prosesnya (tekan ctrl + z). Sepertinya kecurigaanku terbukti, aku jalanin file managernya pada error, sial. Aku coba install lage paketnya, ternyata gak mau juga (harus konek ke internet). Nunggu download doloe gak mungkin (secara itu jam 2 pagi + dirumah gak konek internet). Terpaksa harus install dari awal, sungguh kecewa dan berat hati kehilangan paket dan update. Seperti biasa livecd dimasukkan, pilih install ubuntu, pake safe graphic mode, mengisi bahasa, dll akhirnya ubuntu da terinstal, seempet H2C kebayang harus nge-install ulang lagi paket2 yang dibutuhkan, dan lebih parah harus upgrade lage (kemarin harus download 200mb-an). Tapi sungguh aneh tapi nyata konfigurasi desktop dan aplikasi masih ada, resolusi tetap 1280X1024. Sungguh hebat linux tu.
Buat yang pingin update paket yang terbaru buat ubuntumu kunjungi getdeb.net, paket2 penting yang uda di update di getdeb.net :
• Pidgin 2.5.6
• Comix 4.0.4
• Ubuntu Tweak 0.4.7.1
• Blender 2.48
• Gimp 2.2.6
• Glabel 2.2.4
• wine 1.1.4
• Brasero 0.8.4
• ISO Master 1.3.2 - video
• x-chat 2.8.6
• Tomboy 0.12.0
06 Juni 2009
Ekplorasi Ubuntu : Sysinfo

Sudah seminggu aku pake ubuntu (hardy), berat juga menyesuaikan diri, tapi banyak belajar hal baru. semalam sempet kurang tidur gara2 ngobok2 paket2nya ubuntu. gak sengaja (padahal liat satu2 + baca deskripsinya) nemu paket yang namanya sysinfo, dari deskripsinya sich jelas banget kalo fungsinya buat membaca spesifikasi dari komputer kita, mirip2 cpuz lah tapi di linux. setelah aku instal paketnya serta di jalankan sekalian tampil dialog box sederhana dengan dua kolom. kolom sebelah kiri terdapat menu2 yang menggolongkan informasi mengenai komputer kita (system, cpu, memory,storage,hadware), dan kolom sebelah kanan yang akan menampilkan informasi tersebut.

Di dalam menu System kita bisa melihat Distro yang dipakai, di komputerku terbaca (Ubuntu 8.04 (hardy), Versi GNOME, Kernel, Di submenu detail kita bisa melihat OS Type, GCC Version, Xorg Version, Hostname, serta Uptime(berapa lama system kita berjalan dari proses booting) . Di menu CPU Kita bisa melihat Vendor (Prosesor), CPU (Jumlah Core), model name, Frequency, L2 aache. di submenu detail kita bisa melihat Bogomips, Numbering, Flag. Di menu Memory kita bisa melihat jumlah memory yang kita punya dan yang terpakai, swap memory yang kita punya dan yang terpakai. Di menu Storage kita bisa melihat jumlah partisi dalam harddisk, serta di menu Hadware kita bisa melihat fiur dari hadware kita (motherboard, graphic,dll).
02 Juni 2009
Lomba Membuat Wallpaper Menggunakan Aplikasi OpenSource
Program Magister Teknologi Informasi UGM bekerjasama dengan Komunitas Ubuntu Indonesia SubLoCo Jogja menyelenggarakan Lomba Membuat Wallpaper Komputer Menggunakan Aplikasi OpenSource.
Latar Belakang
Seiring perkembangan teknologi informasi memungkinkan mempercepat perancang grafis untuk mengembangkan ide-ide kreatif lebih banyak. Salah satu penunjangnya adalah aplikasi pengolah grafis.
Saat ini banyak sekali aplikasi pengolah grafis yang harganya sangat mahal. Hadirnya aplikasi pengolah grafis yang OpenSource memungkin perancang grafis dapat menghasilkan mahakarya dengan modal yang murah.
Aplikasi pengolah grafis yang OpenSource sudah sangat banyak beredar di Internet dan mudah didapat. Bahkan perancang grafis tidak perlu mengeluarkan uang banyak. Dari sini akan memunculkan ide-ide kreatif anak bangsa tanpa tergantung dengan produk-produk yang mahal.
Tema Lomba
MTI UGM : Center of Excellence in IT Education
Ruang Lingkup Kegiatan
Lomba membuat Wallpaper MTI UGM menggunakan aplikasi OpenSource
I. Syarat dan Ketentuan Umum
1. Warga Negara Indonesia, berusia 16 - 45 tahun.
2. Peserta adalah perseorangan.
3. Mengisi formulir pendaftaran, unduh disini.
4. Menyertakan salinan identitas diri (kartu pelajar / kartu mahasiswa / KTP / SIM) dalam pendaftaran.
5. Karya yang dikirimkan harus original dan belum pernah dipublikasikan.
6. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 karya.
7. Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
8. Batas pengumpulan Wallpaper hingga tanggal 11 Juni 2009 jam 12.00 WIB.
9. Nominator pemenang harap presentasi tanggal 13 Juni 2009 (tidak disediakan biaya akomodasi untuk presentasi).
10. Pengumuman pemenang pada 14 Juni 2009 di Festival Komputer Indonesia Jogja
11. Wallpaper dikirim ke panitia penyelenggara lomba disertai data seperti pada poin 3 dan 4 dalam bentuk arsip yang terkompres *.tar.gz
12. Wallpaper yang dikirimkan kepada panitia penyelenggara lomba, sepenuhnya menjadi milik panitia.
13. Panitia berhak untuk memuat/mempublikasikan wallpaper dari pemenang lomba di media massa, baik sebagian atau keseluruhan.
II. Ketentuan Wallpaper
1. Wallpaper berukuran 1280x800, 1024x768, 1024x576, 800x600
2. Menarik, cerdas, inovatif, dan kreatif
3. Pembuatan Wallpaper menggunakan aplikasi OpenSource
4. Berkas yang dikirim *.svg dan *.png/*.jpg yang terkompres seperti pada point I.11.
Dewan Juri :
1. Tim MTI UGM
2. Tim Ubuntu Jogja
Hadiah :
- Juara 1 : Uang tunai Rp. 1.000.000 dan piagam penghargaan
- Juara 2 : Uang tunai Rp. 750.000 dan piagam penghargaan
- Juara 3 : Uang tunai Rp. 500.000 dan piagam penghargaan
Hasil karya dan data-data dikirim ke :
lombawallpaper@mti.ugm.ac.id
Sumber Asli : MTI UGM
19 Maret 2009
Akhirnya Ubuntu Juga

Seperti mimpi yang terkabul, meski agak menyakitkan "harus kehilangan data proyek yang seharusnya sudah selesai". Logo salah satu distro linux yang terkenal "Ubuntu" tampil di layar monitorku. Sebenarnya sudah lama aku ingin nge-install linux di kompiku, tapi sayang tuntutan tugas, kerja, dan status sebagai mahasiswa menghalangi "banyak tugas harus di kerjakan di OS win**ws".
Malam kemarin seperti malam biasanya, pulang kuliah jam 10-an langsung nyalain kompi, sekalian nge-check hasil download-tanku. Awalnya sih nggak ada masalah sampai akhirnya kompi ngadat pas baca data dari hard ataupun flashdisk. aku kira cuma kekurangan memori "P4 256MB" ternyata setelah aku restart 3 dari 4 partisiku gak kebaca, bukan masalah serius, aku udah sering ngalamin kejadian seperti itu. Biasanya sich tabel partisinya ilang dan bisa dikembaliin pake Recuva, atau Partition find and mount tapi gagal, gimana enggak drive C-nya juga gak kebaca "booting dari mana dunk?". mau install win**ws lagi juga lama "kebanyakan software yang harus di install manual". Sekalian melampiaskan keinginan untuk nge-install Ubuntu aku nyari live cd-nya yang versi 8.04 "emang uda aku simpen baik-baik". Langsung aja boot priority-nya di set ke cd-rom, kompi di restart, ada menu install ubuntu, dan..... ada error "kacian dech". Emang tu harddisk uda tua "bad sector dimana2, udah pernah jatuh, sering dilepas dari CPU, format berkali2", eh sekarang malah ngerepoti, hampir aja putus asa. Tapi tetep aku coba. Ternyata harus di format dulu "menghapus semua partisinya, sebelumnya pake gparted live cd tapi tetep error, akhirnya kembali lage ke cd installer win**ws".
Puas banget bisa ngerasain Ubuntu lagi meski hampir gak tidur "22.00-7.00". Sekarang lage hunting software linux supaya tugas, kerja, dan status sebagai mahasiswa tidak terganggu.




















