sebenarnya tulisan ini adalah hasil dari latihan meng-install lusca di Ubuntu/Debian. Tutorialnya di ambil dari blog dangertux.wordpress.com yang kemudian saya buatkan bash scripnya supaya mudah kalau mau menginstall lagi di Ubuntu/Debian ^^
salin skrip bash tersebut di folder anda, anda harus login sebagai root untuk menjalankan skrip tersebut.
Bash skrip dapat di unduh di sisi
Sumber tutorialnya dapat di lihat di sini
Tampilkan postingan dengan label ubuntu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ubuntu. Tampilkan semua postingan
26 April 2012
28 Februari 2010
Full Circle Magazine Issue 34 Sudah Terbit
Daftar Isi :
News
- Laptop for computer novice
- Linux kernel 2.6.33 released
- Ubuntu 10.04 LTS Alpa3 released
Command & Conquer
- Byobu
- tmux
How-To
- Program in Phython - Part 8
- Digitally Retouch Photos in GIMP
- - The Perfect Server - Part 4
My Story
- Linux User
- Powerpets.com
My Opinion
- 9.10 Issues
Review
- ASUS UL30-A Laptop
Motu Interview
- Roderick Greening
Letters
Ubuntu Women
- Melissa Draper Interview
Ubuntu Games
- Uplink
Q&A
My Desktop
Top 5 - Reference Tools
- Indywiki
- wikipedia2text
- wikipediafs
- StarDict
- dict
link Download
sumber : Fullcircemagazine
07 Juli 2009
Cara instal Pidgin 2.5.8 secara offline
Pidgin merupakan aplikasi multi messenger yang memungkinkan kita untuk melakukan obrolan(chat) dengan menggunakan protokol yang berbada(YM!, Gtalk, dll), selain itu Pidgin juga bisa di install di beberapa operating sistem (linux, windows, mac), serta merupakan aplikasi standart yang disertakan oleh ubuntu. Saat ini versi terbaru Pidgin adalah 2.5.8.
Bagi anda pengguna Ubuntu yang ingin meng-update Pidgin anda secara offline dapat menggunakan cara di bawah ini :
1. buka halaman http://www.getdeb.net/app/Pidgin.
2. kemudian pilih versi Ubuntu yang anda gunakan( saya memilih Ubuntu Hardy 32 bits)
3. download pidgin , libpurple0, libpurple-bin , pidgin-data.
4 setelah semuanya selesai di download, buat folder baru pada direktori home anda (misal /home/zerosix/pidgin), kemudian copy-kan semua file yang telah anda download ke folder tersebut.
4. seletah itu buka terminal anda melaui menu Application - > Accessoris - > Terminal
5. kemudian ketikkan perindah berikut
6. setelah selesai, kemudian ketikkan perintah
Setelah proses selesai maka Pidgin anda akan ter-upadate secara otomatis.
Bagi anda pengguna Ubuntu yang ingin meng-update Pidgin anda secara offline dapat menggunakan cara di bawah ini :
1. buka halaman http://www.getdeb.net/app/Pidgin.
2. kemudian pilih versi Ubuntu yang anda gunakan( saya memilih Ubuntu Hardy 32 bits)
3. download pidgin , libpurple0, libpurple-bin , pidgin-data.
4 setelah semuanya selesai di download, buat folder baru pada direktori home anda (misal /home/zerosix/pidgin), kemudian copy-kan semua file yang telah anda download ke folder tersebut.
4. seletah itu buka terminal anda melaui menu Application - > Accessoris - > Terminal
5. kemudian ketikkan perindah berikut
$ sudo apt-get remove pidgin
6. setelah selesai, kemudian ketikkan perintah
$ sudo dpkg -i /home/zerosix/pidgin/*.deb
Setelah proses selesai maka Pidgin anda akan ter-upadate secara otomatis.
01 Juli 2009
Menonaktifkan Work Offline di Firefox
Akhirnya bisa bereksplorasi dengan PHP, niatan pake Apache uda ilang, masalahnya temen nyaranin pake XAMPP. Dari pada harus download paket, terpaksa aku minta file tar.gz-nya. Tapi ada satu hal yang bikin sebel, tiap buka Firefox selalu aja tampil Offline Mode (memang komputer di rumah tidak terhubung ke internet), dan aku harus menghilangkan centang di menu File -> Work Offline kalo ingin localhost-nya jalan, setelah aku tutup Firefox-nya kemudian aku buka lagi, kejadian yang sama terulang kembali, Firefox menampilkan halaman Offline Mode. Aku coba lihat di menu Edit -> Preferences, tidak ada menu untuk mengatur hal ini, sudah mencoba merubah properti Browser.Offline menjadi false lewat fasilitas about:config, tetap tidak berubah, Halaman Offline Mode tetap muncul ketika Firefox pertama kali dijalankan.Ternyata ada cara mudah untuk mengatasinya, pertama buka menu System -> Administration -> Network, kemudian aktifkan dengan menekan tombol Unlock, maka secara langsung kita disuruh untuk mengisikan password user kita, setelah berhasil pilih Wired Connection yang sebelumnya belum di centang, lalu tekan tombol Properties. Maka akan mucul dialog box eth0 Properties, hilangkan tanda centang pada Enable roaming mode, kemudian rubah properti Configuration pada Connection settings menjadi Automatic configiration (DHCP) atau Static IP addres jika kita mau memasukkan IP manual (kalau saya pilih yang simpel aja). setelah itu tekan OK, maka kini Wired Connection telah di centang.



Setelah selesai kita lihat icon Network di panel kanan atas, jika masih ada tanda silang merah, maka klik kanan dan centang Enable Networking. Sekarang coba jalankan Firefox, maka Pesan Offline Mode tidak akan muncul kembali. Selamat Mencoba!
30 Juni 2009
Menonaktifkan autorun di ubuntu
Ngantuk banget hari ini, habis semalaman belum tidur, sibuk menyalurkan ispirasi (buat banner forum pake GIMP). Trus tadi pagi baru inget titipan temen yang mau ngopi DVD game, ya langsung aja aku masukin DVD-nya, tiba2 ada pesan yang menawari untuk langsung menjalankan software yang ada di DVD (dalam kasus ini file autorun-nya terbaca).
Dari pada ambil resiko, saya memilih untuk tidak menjalankannya dengan menekan tombol cancel, apalagi ubuntu saya terinstal wine, ya barang kali ada virus yang tidak diinginkan masuk ke direktori wine berada. Beberapa saat saya memikirkan cara untuk menghilangkan (menonaktifkan maksudnya) fungsi tersebut. Sementara saya beranggapan kalau file konfigurasinya ada di nautilus selaku file managernya, langsung saja saya membuka file manager kemudian menuju Edit -> Preferences -> Media, di sana saya menemukan tipe media yang akan dijalankan otomatis sekaligus dengan software apa media itu di jalankan. Di tengah ada Tulisan 'Software' dan dijalankan oleh 'Open Autorun Prompt', sedangkan di bawah ada 'Never prompt or start programs on media insertion'.
Saya hanya memilih merubah properti 'Open Autorun Prompt' menjadi 'Do Nothing', sedangkan jika mengaktifkan/mencentang 'Never prompt or start programs on media insertion' maka semua media tidak akan dijalankan secara otomatis. Setelah itu saya mencoba memasukkan kembali DVD tersebut dan tanda peringatan itu tidak muncul kembali.
Dari pada ambil resiko, saya memilih untuk tidak menjalankannya dengan menekan tombol cancel, apalagi ubuntu saya terinstal wine, ya barang kali ada virus yang tidak diinginkan masuk ke direktori wine berada. Beberapa saat saya memikirkan cara untuk menghilangkan (menonaktifkan maksudnya) fungsi tersebut. Sementara saya beranggapan kalau file konfigurasinya ada di nautilus selaku file managernya, langsung saja saya membuka file manager kemudian menuju Edit -> Preferences -> Media, di sana saya menemukan tipe media yang akan dijalankan otomatis sekaligus dengan software apa media itu di jalankan. Di tengah ada Tulisan 'Software' dan dijalankan oleh 'Open Autorun Prompt', sedangkan di bawah ada 'Never prompt or start programs on media insertion'.
Saya hanya memilih merubah properti 'Open Autorun Prompt' menjadi 'Do Nothing', sedangkan jika mengaktifkan/mencentang 'Never prompt or start programs on media insertion' maka semua media tidak akan dijalankan secara otomatis. Setelah itu saya mencoba memasukkan kembali DVD tersebut dan tanda peringatan itu tidak muncul kembali.
29 Juni 2009
Full Circle Magazine Issue26
Akhirnya keluar juga edisi ke-26 Full Circle Magazine, uda nunggu lama, padahal menurut editornya batas terakhir terbitnya itu tanggal 26 juni 2009, terpaksa tiap hari harus cek ke websitenya. Tadi tu nyempetin buka padahal mau ujian semester, tapi ndak papa pengorbananku terbalas, meski da telat 3 hari dari batas terbitnya.
Di edisi ke-26 kali ini Full Circle ngebahas beberapa berita berkaitan tentang ubuntu, salah satunya mengenai rencana canonical mendukung pengembangan moblin 2.0, beberapa trik penggunaan terminal lewat rubrik command & conquer ,lanjutan tutorial inkscape dari yoga sukma (jadi pingin ketemu). pembahasan lebih lanjut tentang penggunaan virtualbox, memanfaatkan apt cache agar bisa digunakan lagi oleh orang lain, ada juga tips ubuntu, surat pembaca, serta cerita pengguna ubuntu wanita di rubrik ubuntu women. pokoknya seru abis, mungkin yang sangat disayangkan tidak ada versi bahasa indonesianya saja. kalau tertarik download file PDF nya di sini
Di edisi ke-26 kali ini Full Circle ngebahas beberapa berita berkaitan tentang ubuntu, salah satunya mengenai rencana canonical mendukung pengembangan moblin 2.0, beberapa trik penggunaan terminal lewat rubrik command & conquer ,lanjutan tutorial inkscape dari yoga sukma (jadi pingin ketemu). pembahasan lebih lanjut tentang penggunaan virtualbox, memanfaatkan apt cache agar bisa digunakan lagi oleh orang lain, ada juga tips ubuntu, surat pembaca, serta cerita pengguna ubuntu wanita di rubrik ubuntu women. pokoknya seru abis, mungkin yang sangat disayangkan tidak ada versi bahasa indonesianya saja. kalau tertarik download file PDF nya di sini
15 Juni 2009
Sephia I Miss U
Akhirnya bisa bercengkrama lagi dengan komputer tercinta. Itupun tadi pagi dan harus ngerjakan modul 'upload ke web hosting' yang uda aku janjikan, rasanya kuangen bangetzz. Sebenernya uda nyaman pake Ubuntu (hardy) tapi seperti ada sesuatu yang hilang, maklum uda 5 tahun ngumpul bareng Photoshop sama CorelDRAW, terpaksa harus loncat sana loncat sini nyari temen yang masih make windows dan punya Photoshop (kadang2 sich di kampus). Bukannya aku gak sepenuh hati make linux, cuma butuh waktu buat menyesuaikan. Emang sich di linux ada Gimp ma Inkscape, tapi ya gak secepat itu untuk mempelajarinya.
Pake linux? kenapa enggak. Bisa juga kok hidup tanpa kekangan software windows, buktinya modul yang aku buat tadi pake OpenOffice 2.4.1, dan uda hampir sebulan hidup bareng ubuntu (hardy), dengerin musik pake Audacious, lihat video pake Totem, ngetik pake OpenOffice, ngegambar pake Gimp ma Inkscape, urusan tugas kuliah yang make software windows itu urusan nanti, lagian masih semester 2. Cuman masih ada beberapa hal yang belum kesampaian, kemarin da install apache, PHP5, ma MySQL tapi belum jalan plus sephia masih make 256MB memory, kayaknya masih kurang buat ngikuti rutinitasku yang fokus ma design dan web. Tapi masih bersukur aku masih ada kompi yang buat eksperimen :D. Sebenernya pengen banget nulis artikel lagi tapi nunggu agak longgar waktunya. Sephia I Miss U....
Pake linux? kenapa enggak. Bisa juga kok hidup tanpa kekangan software windows, buktinya modul yang aku buat tadi pake OpenOffice 2.4.1, dan uda hampir sebulan hidup bareng ubuntu (hardy), dengerin musik pake Audacious, lihat video pake Totem, ngetik pake OpenOffice, ngegambar pake Gimp ma Inkscape, urusan tugas kuliah yang make software windows itu urusan nanti, lagian masih semester 2. Cuman masih ada beberapa hal yang belum kesampaian, kemarin da install apache, PHP5, ma MySQL tapi belum jalan plus sephia masih make 256MB memory, kayaknya masih kurang buat ngikuti rutinitasku yang fokus ma design dan web. Tapi masih bersukur aku masih ada kompi yang buat eksperimen :D. Sebenernya pengen banget nulis artikel lagi tapi nunggu agak longgar waktunya. Sephia I Miss U....
11 Juni 2009
TOT linux 2009 (bagian 2)
Kemarin tepatnya hari rabu tanggal 10 juni 2009, TOT linux 2009 Angkatan 2 telah selesai. Para peserta terlihat begitu puas meskipun masih banyak materi yang belum tersampaikan, masih banyak hal yang perlu dipelajari. Namun paling tidak ini mengawali langkah untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari software bajakan.
Tidak seperti hari pertama, para peserta datang lebih awal dan telah duduk di meja masing-masing, ada juga beberapa peserta yang baru mengikuti training. Agar tidak terjadi perbedaan pemahaman materi yang jauh. Pak Hasan selaku trainer sedikit me-review materi pada hari pertama, yaitu memahami fungsi Style and Formating, Navigator, Membuat TOC (Table Of Content) di OpenOffice Word Processor (Writer). Kemudian dilanjutkan dengan cara membuat Mail Merge. Tidak hanya berhenti di situ peserta diperkenalkan dengan OpenOffice Calc yang memiliki fungsi serupa dengan Microsof Office Excel.
Acara TOT linux 2009 diakhiri dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada tiga orang peserta, kemudian secara resmi di tutup oleh pimpinan IGOS Center STIKOM. Minggu depan TOT linux akan dilaksanakan di Semarang.
Tidak seperti hari pertama, para peserta datang lebih awal dan telah duduk di meja masing-masing, ada juga beberapa peserta yang baru mengikuti training. Agar tidak terjadi perbedaan pemahaman materi yang jauh. Pak Hasan selaku trainer sedikit me-review materi pada hari pertama, yaitu memahami fungsi Style and Formating, Navigator, Membuat TOC (Table Of Content) di OpenOffice Word Processor (Writer). Kemudian dilanjutkan dengan cara membuat Mail Merge. Tidak hanya berhenti di situ peserta diperkenalkan dengan OpenOffice Calc yang memiliki fungsi serupa dengan Microsof Office Excel.
Acara TOT linux 2009 diakhiri dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada tiga orang peserta, kemudian secara resmi di tutup oleh pimpinan IGOS Center STIKOM. Minggu depan TOT linux akan dilaksanakan di Semarang.
09 Juni 2009
TOT Linux 2009 (bagian 1)
TOT adalah program Training For Trainer yang diadakan di 20 kota, salah satunya Surabaya. Bekerja sama dengan STIKOM, IGOS (Indonesia Goes Open Source) mengadakan TOT linux 2009 angkatan kedua (9-10 juni 2009). Acara yang rencanaya diadakan selama dua hari itu diikuti sekitar 40 peserta, tidak hanya dari Surabaya, ada juga peserta dari Mojokerto, Lamongan, dan Sidoarjo, serta dari berbagai bidang pekerjaan, mulai dari PNS, Pegawai Swasta, Programer, serta mahasiswa.
Pada hari pertama acara dimulai dengan pembukaan oleh rektor STIKOM, kemudian dilanjutkan oleh perwakilan dari IGOS Centre STIKOM, serta Bapak Hasan bahcri selaku perwakilan dari IGOS pusat merangkap sebagai pengisi materi TOT linux 2009. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan tentang peranan penting dari software legal dan open source, serta keseriusan pemerintah dalam memanfaatkan serta mengaplikasikan penggunaan program legal dan open source dalam pemerintahan. Setelah acara pembukaan selesai peserta diajak untuk memasuki ruang training yang berada di lantai 4 gedung merah kampus STIKOM Surabya, disana terinstall linux ubuntu 9.04 (jaunty jakalope) di komputer ber-prosesor Inter Core 2 Duo serta RAM 2GB. Sebelum mengawali Acara TOT linux 2009, peserta diajak untuk mengenal libih dekat salah satu distro linux yang dikembangkan olel Ristek, yaitu nusantara 3 yang berbasis pada fedora. yang meliputi fitur-fitur yang ada serta cara penggunaanya. Kemudian dilanjutkan dengan pemanfaatan dan penggunaan aplikasi Openoffice 3.0, dimulai dari Openoffice Word Procesor (writer). Terlihat para peserta sangat antusias, terlebih karena fasilitas dan trainer yang sangat bagus.

Para Peserta yang hadir mendapatkan:
Pada hari pertama acara dimulai dengan pembukaan oleh rektor STIKOM, kemudian dilanjutkan oleh perwakilan dari IGOS Centre STIKOM, serta Bapak Hasan bahcri selaku perwakilan dari IGOS pusat merangkap sebagai pengisi materi TOT linux 2009. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan tentang peranan penting dari software legal dan open source, serta keseriusan pemerintah dalam memanfaatkan serta mengaplikasikan penggunaan program legal dan open source dalam pemerintahan. Setelah acara pembukaan selesai peserta diajak untuk memasuki ruang training yang berada di lantai 4 gedung merah kampus STIKOM Surabya, disana terinstall linux ubuntu 9.04 (jaunty jakalope) di komputer ber-prosesor Inter Core 2 Duo serta RAM 2GB. Sebelum mengawali Acara TOT linux 2009, peserta diajak untuk mengenal libih dekat salah satu distro linux yang dikembangkan olel Ristek, yaitu nusantara 3 yang berbasis pada fedora. yang meliputi fitur-fitur yang ada serta cara penggunaanya. Kemudian dilanjutkan dengan pemanfaatan dan penggunaan aplikasi Openoffice 3.0, dimulai dari Openoffice Word Procesor (writer). Terlihat para peserta sangat antusias, terlebih karena fasilitas dan trainer yang sangat bagus.

Para Peserta yang hadir mendapatkan:
08 Juni 2009
Diary Ubuntu : Sial, harus install ulang lagi
Kemarin enggak seperti biasanya, jam 7 malem mata ini uda ngantuk. Dengan berat hati (maksudnya matanya yang berat buat melek), tanpa banyak omong aku langsung rebahan terus tidur dech. Setelah beberapa lama (sampe jam 9) tiba2 ortu nyuruh buat makan dulu, terpaksa bangun dengan kondisi separuh sadar guna memenuhi permintaan ortu yang tercinta (kalo ada maunya). Sehabis makan kayaknya ngantuk ni udah ilang, bingung mau ngapain lagi, lagian masih jam 9 malem, langsung aja kompi dinyalain guna melakukan ritual sehari2 (eksplorasi ubuntu dimulai ).
Seperti biasa ngutek2 aplikasi, baca2 e-book, kemudian terbersit niat buat nge-remove paket webserver (apache, php, mysql), terminal dibuka, langsung ku ketikkan perintah "sudo tasksel remove webserver", setelah itu tampilan dengan background warna biru muncul, trus ada loading barnya, sambil nunggu selesai aku ngelamun2 bentar (mikirin seseorang disana, cie... ), cek lagi masih 20%, mulanya gak curiga (ada tulisan nautilus), trus lama2 kok file2 nautilus aja yang diremove, dengan sigap langsung ku batalin prosesnya (tekan ctrl + z). Sepertinya kecurigaanku terbukti, aku jalanin file managernya pada error, sial. Aku coba install lage paketnya, ternyata gak mau juga (harus konek ke internet). Nunggu download doloe gak mungkin (secara itu jam 2 pagi + dirumah gak konek internet). Terpaksa harus install dari awal, sungguh kecewa dan berat hati kehilangan paket dan update. Seperti biasa livecd dimasukkan, pilih install ubuntu, pake safe graphic mode, mengisi bahasa, dll akhirnya ubuntu da terinstal, seempet H2C kebayang harus nge-install ulang lagi paket2 yang dibutuhkan, dan lebih parah harus upgrade lage (kemarin harus download 200mb-an). Tapi sungguh aneh tapi nyata konfigurasi desktop dan aplikasi masih ada, resolusi tetap 1280X1024. Sungguh hebat linux tu.
Buat yang pingin update paket yang terbaru buat ubuntumu kunjungi getdeb.net, paket2 penting yang uda di update di getdeb.net :
• Pidgin 2.5.6
• Comix 4.0.4
• Ubuntu Tweak 0.4.7.1
• Blender 2.48
• Gimp 2.2.6
• Glabel 2.2.4
• wine 1.1.4
• Brasero 0.8.4
• ISO Master 1.3.2 - video
• x-chat 2.8.6
• Tomboy 0.12.0
Seperti biasa ngutek2 aplikasi, baca2 e-book, kemudian terbersit niat buat nge-remove paket webserver (apache, php, mysql), terminal dibuka, langsung ku ketikkan perintah "sudo tasksel remove webserver", setelah itu tampilan dengan background warna biru muncul, trus ada loading barnya, sambil nunggu selesai aku ngelamun2 bentar (mikirin seseorang disana, cie... ), cek lagi masih 20%, mulanya gak curiga (ada tulisan nautilus), trus lama2 kok file2 nautilus aja yang diremove, dengan sigap langsung ku batalin prosesnya (tekan ctrl + z). Sepertinya kecurigaanku terbukti, aku jalanin file managernya pada error, sial. Aku coba install lage paketnya, ternyata gak mau juga (harus konek ke internet). Nunggu download doloe gak mungkin (secara itu jam 2 pagi + dirumah gak konek internet). Terpaksa harus install dari awal, sungguh kecewa dan berat hati kehilangan paket dan update. Seperti biasa livecd dimasukkan, pilih install ubuntu, pake safe graphic mode, mengisi bahasa, dll akhirnya ubuntu da terinstal, seempet H2C kebayang harus nge-install ulang lagi paket2 yang dibutuhkan, dan lebih parah harus upgrade lage (kemarin harus download 200mb-an). Tapi sungguh aneh tapi nyata konfigurasi desktop dan aplikasi masih ada, resolusi tetap 1280X1024. Sungguh hebat linux tu.
Buat yang pingin update paket yang terbaru buat ubuntumu kunjungi getdeb.net, paket2 penting yang uda di update di getdeb.net :
• Pidgin 2.5.6
• Comix 4.0.4
• Ubuntu Tweak 0.4.7.1
• Blender 2.48
• Gimp 2.2.6
• Glabel 2.2.4
• wine 1.1.4
• Brasero 0.8.4
• ISO Master 1.3.2 - video
• x-chat 2.8.6
• Tomboy 0.12.0
06 Juni 2009
Ekplorasi Ubuntu : Sysinfo

Sudah seminggu aku pake ubuntu (hardy), berat juga menyesuaikan diri, tapi banyak belajar hal baru. semalam sempet kurang tidur gara2 ngobok2 paket2nya ubuntu. gak sengaja (padahal liat satu2 + baca deskripsinya) nemu paket yang namanya sysinfo, dari deskripsinya sich jelas banget kalo fungsinya buat membaca spesifikasi dari komputer kita, mirip2 cpuz lah tapi di linux. setelah aku instal paketnya serta di jalankan sekalian tampil dialog box sederhana dengan dua kolom. kolom sebelah kiri terdapat menu2 yang menggolongkan informasi mengenai komputer kita (system, cpu, memory,storage,hadware), dan kolom sebelah kanan yang akan menampilkan informasi tersebut.

Di dalam menu System kita bisa melihat Distro yang dipakai, di komputerku terbaca (Ubuntu 8.04 (hardy), Versi GNOME, Kernel, Di submenu detail kita bisa melihat OS Type, GCC Version, Xorg Version, Hostname, serta Uptime(berapa lama system kita berjalan dari proses booting) . Di menu CPU Kita bisa melihat Vendor (Prosesor), CPU (Jumlah Core), model name, Frequency, L2 aache. di submenu detail kita bisa melihat Bogomips, Numbering, Flag. Di menu Memory kita bisa melihat jumlah memory yang kita punya dan yang terpakai, swap memory yang kita punya dan yang terpakai. Di menu Storage kita bisa melihat jumlah partisi dalam harddisk, serta di menu Hadware kita bisa melihat fiur dari hadware kita (motherboard, graphic,dll).
19 Maret 2009
Akhirnya Ubuntu Juga

Seperti mimpi yang terkabul, meski agak menyakitkan "harus kehilangan data proyek yang seharusnya sudah selesai". Logo salah satu distro linux yang terkenal "Ubuntu" tampil di layar monitorku. Sebenarnya sudah lama aku ingin nge-install linux di kompiku, tapi sayang tuntutan tugas, kerja, dan status sebagai mahasiswa menghalangi "banyak tugas harus di kerjakan di OS win**ws".
Malam kemarin seperti malam biasanya, pulang kuliah jam 10-an langsung nyalain kompi, sekalian nge-check hasil download-tanku. Awalnya sih nggak ada masalah sampai akhirnya kompi ngadat pas baca data dari hard ataupun flashdisk. aku kira cuma kekurangan memori "P4 256MB" ternyata setelah aku restart 3 dari 4 partisiku gak kebaca, bukan masalah serius, aku udah sering ngalamin kejadian seperti itu. Biasanya sich tabel partisinya ilang dan bisa dikembaliin pake Recuva, atau Partition find and mount tapi gagal, gimana enggak drive C-nya juga gak kebaca "booting dari mana dunk?". mau install win**ws lagi juga lama "kebanyakan software yang harus di install manual". Sekalian melampiaskan keinginan untuk nge-install Ubuntu aku nyari live cd-nya yang versi 8.04 "emang uda aku simpen baik-baik". Langsung aja boot priority-nya di set ke cd-rom, kompi di restart, ada menu install ubuntu, dan..... ada error "kacian dech". Emang tu harddisk uda tua "bad sector dimana2, udah pernah jatuh, sering dilepas dari CPU, format berkali2", eh sekarang malah ngerepoti, hampir aja putus asa. Tapi tetep aku coba. Ternyata harus di format dulu "menghapus semua partisinya, sebelumnya pake gparted live cd tapi tetep error, akhirnya kembali lage ke cd installer win**ws".
Puas banget bisa ngerasain Ubuntu lagi meski hampir gak tidur "22.00-7.00". Sekarang lage hunting software linux supaya tugas, kerja, dan status sebagai mahasiswa tidak terganggu.
Langganan:
Postingan (Atom)